Pariwisata

1.SANGIRAN

Terletak di Desa Krikilan (± 40 km dari Sragen atau ± 17 km dari Solo) terdapat “Sangiran Dome” atau “Kubah Sangiran” yang menyimpan puluhan ribu fosil dari zaman pleistocen (± 2 juta tahun lalu). Fosil‐fosil purba ini merupakan 65 persen fosil hominid purba di Indonesia dan 50 persen di seluruh dunia.

Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil, sebanyak 2.931 fosil ada di Museum dan sisanya disimpan di gudang penyimpanan. Sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia), museum ini memiliki fasilitas‐fasilitas diantaranya : ruang pameran, laboratorium, gudang fosil, ruang slide dan kios‐kios souvenir khas Sangiran.

Keistimewaan Sangiran, berdasarkan penelitian para ahli Geologi, dulu pada masa purba merupakan hamparan lautan. Akibat proses geologi dan akibat bencana alam letusan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, Sangiran menjadi daratan.

Hal tersebut dibuktikan dengan lapisan‐lapisan tanah pembentuk wilayah Sangiran yang sangat berbeda dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap‐tiap lapisan tanah tersebut ditemukan fosil‐fosil menurut jenis dan zamannya. Misalnya, Fosil Binatang Laut banyak diketemukan di lapisan tanah paling bawah, yang dulu merupakan lautan.

Selain Museum Sangiran, pada tahun 2013 berdiri Museum Klaster Bukuran disusul tahun 2014 berdiri Klaster Ngebung. Selain dua klaster tersebut terdapat dua klaster lagi yaitu Klaster Dayu yang terletak di Kabupaten Karanganyar dan Klaster Manyarejo di Kecamatan Plupuh.

Museum klaster Bukuran berisi seputar teori‐teori evolusi dan faktor‐ faktor di sekitar yang memengaruhi. Sedangkan Klaster Ngebung memiliki nilai sejarah yang signifikan karena disanalah lokasi pertama kali dilakukan penggalian secara sistematis dengan hasil yang menakjubkan. Di Klaster Ngebung ini, ditampilkan para peneliti dalam upaya mengeksplorasi potensi Situs.

2.MENARA PANDANG

Untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan, di Kawasan Sangiran telah dibangun Menara Pandang dan Wisma Sangiran. Para wisatawan bisa menikmati keindahan dan keasrian panorama di sekitar Kawasan Sangiran dari ketinggian lewat Menara Pandang Sangiran.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan akan tempat penginapan yang nyaman, di Kawasan Sangiran telah dibangun Wisma Sangiran (Guest House Sangiran) yang terletak di sebelah Menara Pandang Sangiran.

Wisma Sangiran ini berbentuk joglo (rumah adat Jawa Tengah) dengan ornamen‐ornamen khas Jawa yang dilengkapi dengan pendopo sebagai lobby . Keberadaan Wisma Sangiran ini sangat menunjang kegiatan yang dilakukan oleh para tamu atau wisatawan khususnya bagi mereka yang melakukan penelitian (research) tentang keberadaan fosil di Kawasan Sangiran